Buruknya “Pelayanan Kesehatan Muratara” Mendapat Sorotan Komisi II

MURATARA-Radar Daerah – Ketua Komisi II DPRD Muratara, M Ali mengecam keras pelayanan kesehatan yang buruk meski sudah banyak alokasi anggaran negara untuk kesehatan, namun pelayanan masih kurang maksimal.

Kekecewaan ini muncul saat merespon, viralnya keluhan warga terkait pelayanan Puskesmas Pauh yang tengah menjadi pergunjingan publik.

” Saya turut berducita serta mengecam keras terhadap Bidan Desa yang minim pelayanan. Komisi II DPRD Muratara, dalam minggu ini akan memanggil Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas Pauh dan Bidan Desa,” tegasnya, Senin (29/5).

Akan ada pendalaman lebih lanjut terkait kasus ini. Yang mengakibatkan kerugian terhadap pasien hingga mengakibatkan kematian dan hilangnya nyawa Ibu dan bayi.

Ali meminta kepada Pemerintah Daerah untuk membangun jalan yang rusak dan ketika hujan tidak bisa dilewati, agar kedepan tidak terulang kembali kejadian yang sangat menyedihkan seperti beberapa waktu lalu.

Pelayanan Kesehatan di Muratara tidak Maksimal
“Pelayanan kesehatan itu sangat penting, negara kita ini menggelontor dana tidak sedikit untuk kesehatan. Pemda juga fokus mengeluarkan angggaran untuk kesehatan, tapi kenapa pelayanan tidak maksimal. Ini jadi pertanyaan,” timpalnya.

Sementara itu, Riski warga Kabupaten Muratara menuturkan, jika ungkapan penyesalan dan kekecewaan masyarakat, saat mendapat pelayanan kesehatan, cukup lazim terdengar di Muratara.

Menurutnya, seharunya tenaga medis merupakan orang-orang yang bertalenta murni dalam proses melayani publik khususnya kesehatan.

“Untuk petugas media mestinya nilai pelayanan mereka itu, dua kali lipat dari orang biasa, karena mereka bekerja di bidang itu dan di gaji untuk melakukan pelayanan,” timpalnya.

Warga mengaku, jika mereka tidak butuh, tentunya masyarakat tidak akan mendatangi pusat pelayanan medis.

“Idak ado warga nak sengajo sakit, warga datang ke Puskesmas atau rumah dakit, artinyo sudah gawat, mereka mintak tolong, bukan nak senang senang,” tambahnya.
Hingga saat ini cukup banyak kasus yang menyorot langsung masalah pelayanan medis di Muratara.

Mulai dari bidan desa, tingkat Puskesmas, hingga ke tingkat Kabupaten.(*)